Ini tentang tenaga IT yang kehabisan pekerjaan (bukan kurang kerjaan). Setelah semua selesai, pasti browsing. Tapi FB dah bosen, chatting gak perlu. Yahhh... nge-blog aja
Kebanyakan mesin free energi menggunakan magnet sebagai sumber energinya, berikut ini beberapa diantaranya
Kemagnetan
Methernitha Testatica (Paul Baumann)
Digunakan secara eksklusif oleh komunitas Methernitha di
Leiden, Swiss, karena mereka menyadari bahwa dunia belum siap dengan free
energi. Kapasitas 150KW pada 240Volt.
Big Eureka (Joseph Newman)
Membuat mesin yang mampu memutar roda gila 300Kg hanya
dengan baterai yang mampu men-carge baterainya sendiri
N-Machine (Bruce dePalma, 1977)
Diteliti di India oleh Paramahamsa Tiwari (direktur
Perusahaan Listrik Tenaga Nuklir India), yang mampu menghasilkan output 5 kali
input
Permanent Magnet Motor (Howard Johnson)
Dasar teorinya begini
Motor yang mampu berputar kontinyu hanya menggunakan
magnet
Electro Magnetic Motor (Troy Reed)
Troy Reed menciptakan cukup banyak peralatan yang free
energy, paling terkenal adalah mobil listrik yang sumber listriknya dari Electro
Magnetic Motor ciptaanyya.
E.V Gray Motor (Edwin Gray, Over Unity)
Mesin Mobile Elektrik 80 HP menggunakan baterai, dimana
mesin tersebut juga sekaligus men-carge baterai ini
Carousel Motor Generator (David Porter)
Magnetik motor yang diatur oleh mikroprosessor untuk
mengatur RPM
Bedini Motor (John Bedini)
Motor listrik yag mampu berputar kontinyu tanpa listrik, dan
justru mampu menghasilkan istrik
Magnetik Solid State Motor (Floyd “Sparky” Sweet)
Vacuum Triode Amplifier, mampu menyalakan lampu 100watt
Perendev Magnet Motor Inovasi terbaru yang menggunakan magnet neodymium yang disusun sedemikian rupa sehingga motor selalu berputar
Selain yang sudah disebutkan diatas, di Youtube banyak inovasi baru tentang free energy ini, baik yang berhasil maupun yang hoax, pun pula yang hanya mencari jumlah view di youtube
Dianggap free enegy karena bahan bakarnya
Heat Pump (Dennis Lee)
Pompa yang bekerja dengan menarik panas dari lingkungan sekitar
Water Fuel Technology (Staney Mayer)Pelopor mobil berbahan bakar air. Kuncinya adalah membuat alat elektrolisis yang mampu menghasilkan hidrogen dalam jumlah yang cukup untuk menjalankan mensin
Geet Fuel Processor (Paul Pantone)Unit plasma uap yang memecah molekul air mendari hidrogen dan oksigen untuk menjalan mesin. Bahan bakar fosil digunakan hanya pada awal mesin dinyalakan
Water Engine (Daniel Dingle, Pilipina, modifikasi)
Listrik sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Pembangkit Listrik Tenaga Uap di dunia masih di dominasi penggunaan bahan bakar fosil, dalam hal ini batu-bara atau gas alam, disamping nukir.
Hingga kini, para ahli sepakat bahwa bahan bakar fosil berpotensi mengubah iklim dunia dengan emisi karbon yang dihasilkannya, yang berakibat pemanasan global. Dunia mulai beralih kepada sumber energi ramah lingkungan dan terbarukan, yang didominasi oleh panel surya (tenaga matahari) dan turbin angin, namun masih perlu waktu cukup lama untuk dapat meninggalkan bahan bakar fosil sepenuhnya. Banyak usaha telah dilakukan untuk mengurangi emisi karbon ini.
Melalui makalah ini, penulis ingin mengajukan proyek modifikasi boiler pembangkit listrik yang selama ini menggunakan bahan bakar fosil, untuk diubah menjadi boiler induksi yang menggunakan listrik untuk memanaskan boiler. Dengan cara ini, akan didapat boiler yang bebas polusi udara.
Adapun keunggulan dan kekurangannya adalah:
Keunggulan
Tidak memerlukan bahan bakar sehingga bebas polusi. Ini karena pemanas induksi akan memanaskan obyek yang dipanaskan secara fisika, tanpa proses kimia (pembakaran, oksidasi).
Kekurangan
Dianggap sebagai free energy yang masih ditolak banyak pihak karena:
Melanggar hukum kekekalan energi (HKE)
Mengganggu bisnis lain (pemasok bahan bakar)
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, penulis mengajukan beberapa pemikiran lain untuk mengatasinya sebagai berikut
Pelanggaran akan HKE, sebenarnya tidak berdampak pada sanksi apapun. Menurut penuis, HKE memiiki kelemahan karena karena menilik sejarah lahirnya HKE adalah dari pengamatan mesin uap oleh Sadi Carnot pada tahun 1824.
Mesin uap menggunakan bahan bakar batu bara, yang tidak mungkin efisiensinya mencapai 100% karena pasti kehilangan energi (hukum 2 thermodinamika) oleh gesekan dan panas yang terbuang. Boiler induksi menggunakan panas dari induksi listrik, yang belum diamati oleh Carnot pada masa itu.
Mengganggu bisnis pemasok bahan bakar, dapat dikompensasi dengan "mengutip" hasil penjualan listrik, misal 1 sen $ per KWH untuk di berikan kepada pemasok bahan bakar selama ini (selama kurun waktu tertentu, hingga tercapai kesetimbangan ekonomi baru). Dengan cara ini maka free energy otomatis gugur.
[edit/tambahan 15 Nop 2023]
Boiler induksi sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misal untuk mendidihkan air untuk diminum, atau menghangatkan air untuk kebutuhan kamar mandi.
Hingga kini, pemanfaatan boiler induksi untuk pengganti ketel uap pada pembangkit listrik belum pernah
dilakukan. Melalui proposal ini, akan diajukan projek untuk memodifikasi pemanas air induksi untuk meng-uap-kan
air hingga menjadi uap superpanas (superheated vapor) untuk memutar turbin PLTU.
Suhu superheated vapor berkisar 540⁰C, pada tekanan 10 hingga 50 bar.
Perpindahan Kalor Konveksi Paksa pada Pipa
Untuk aliran dalam pipa, besarnya perpindahan kalor dapat dinyatakan dengan beda suhu limbak (bulk temperature)
Dari hukum pertama termodinamika, dapat diturunkan persamaan berikut untuk menghitung kesetaraan energi
q = m.Cp(Tb2 - Tb1)
q
= pertukaran energi panas secara konveksi dari dinding ke udara
m
= laju aliran fluida (kg/s)
Cp
= Panas jenis (kj/kg.⁰C)
Tb
= Suhu dikedua ujung pipa (⁰C)
Nilai m (laju aliran fluida) adalah
m = ρ.Um.A
ρ
= Kerapatan (kg/m3)
Um
= Kec. Rata-rata (m/s)
A
= luas permukaan pipa (m2)
Rumusan konveksi paksa erat hubungannya dengan bilangan Reynolds (Re), Prandtl
(Pr), dan Nusselt (Nu). Bilangan Reynolds dapat menggambarkan apakah aliran
tersebut laminar atau turbulen, sedangkan bilangan Prandtl menunjukkan
karakteristik termal fluida, dan bilangan Nusselt menggambarkan karakteristik
proses perpindahan panas. Ketiga bilangan ini membentuk persamaan Nud = C.Redm.Prn dimana C,
m, dan n adalah konstanta yang harus ditentukan dari percobaan.
Bilangan Reynold
Untuk mengetahui apakah alirannya laminar atau turbulen:
μ
= Kekentalan (kg/m.s)
Re ≤ 2300
= Aliran laminar
Re ≥ 2300
= Aliran turbulen
Bilangan Prandtl
Bilangan Prandtl digunakan sebagai perbandingan viskositas kinematik fluida
terhadap difusivitas termal fluida. Viskositas kinematik memberikan informasi
tentang laju difusi momentum dalam fluida dan difusitas termal memberikan
informasi tentang difusi kalor dalam fluida.
v
= viskositas kinematis
μ
= viskositas dinamis
Cp
= kalor jenis pada tekanan kostan
k
= koefisien konduktivitas termal
Bilangan Nusselt
Merupakan bilangan yang digunakan untuk menentukan distribusi suhu permukaan atau plat.
Bilangan Nusselt untuk aliran konveksi paksa pada pipa didefinisikan
oleh[1]
Dittus-Boelter
Nu = 0,023.Re0,8Prn
Re ≥ 105 0.6 ≤ Pr ≤ 160
Untuk fase uap n=0.4 : pemanasan n=0.3 : pendinginan
Dengan menggunakan rumus-rumus konveksi paksa pada pipa diatas, untuk
memanaskan air sebanyak 1000 Kg/jam pada tekanan 1 bar dari 20⁰C, hingga 540⁰C pada 15
bar diperlukan pipa (besi) diameter 1,2 cm bersuhu 900⁰C sepanjang (menggunakan boiler pipa air)
1. Pembentukan uap (1 bar) di 99,606⁰C
@ T.
masuk 20.00 ºC
Density [p] 998.200000 Kg/m³
Kec.Rata2 [Um] 3.543154 m/s
@ Temp. Bulk [Tb] 60.00 ºC
Density [p] 983.100000 Kg/m³
SpecHeat [Cp] 4.179000 j/KgK
Perpindahan kalor [q] 92.409298 W
µb 4.70000E-004 Kg/m.s
@ Temp. Rata 530.00 ºC
Density [p] 0.269960 Kg/m³
Konduktf.thermal [k] 7.03000E-005 W/mºC
Viskositas dyn [µ] 3.00000E-005 N.s/m²
µw 4.78000E-005 Kg/m.s
Reynold 318.836635
Prandtl 0.919502
Faktor gesekan 0.117758
Turbulen, calculate Nusselt number (144)
DittusBoelter, 0.6<Pr<120; 2k5<Re<16e4
Nusselt 2.238739
Koef.pindah kalor [h] 0.015738 W/m².ºC
Panjang Pipa 2347.800368 m
Skupinski, 100<=Re.Pr<=10e4
Nusselt 6.849929
Koef.pindah kalor [h] 0.048155 W/m².ºC
Panjang Pipa 767.323729 m
SebanShimazaki, Re.Pr>=100; L/D>30;
Nusselt 7.353080
Koef.pindah kalor [h] 0.051692 W/m².ºC
Panjang Pipa 714.817794 m
Stromquist, 88<=Re<4000
Nusselt 5.294218
Koef.pindah kalor [h] 0.037218 W/m².ºC
Panjang Pipa 992.802492 m
Lyon49, 0<Pr<=0.1; 10e4<=Re<5e6
Nusselt 9.353080
Koef.pindah kalor [h] 0.065752 W/m².ºC
Panjang Pipa 561.965951 m
Lyon51, 0<Pr<=0.1; 10e4<=Re<5e6
Nusselt 9.691240
Koef.pindah kalor [h] 0.068129 W/m².ºC
Panjang Pipa 542.357106 m
SleicherTribus, 10e4<=Re<5e6
Nusselt 8.759615
Koef.pindah kalor [h] 0.061580 W/m².ºC
Panjang Pipa 600.039242 m
ChenChiou, 10e4<=Re<5e6
Nusselt 7.813872
Koef.pindah kalor [h] 0.054932 W/m².ºC
Panjang Pipa 672.664324 m
LubarskyKaufman, Pr=0.0053; 2.1e3<Re<2.54e5
Nusselt 6.063570
Koef.pindah kalor [h] 0.042627 W/m².ºC
Panjang Pipa 866.834668 m
Ibragimov, 10e4<=Re<5e6
Nusselt 5.909232
Koef.pindah kalor [h] 0.041542 W/m².ºC
Panjang Pipa 889.474710 m
Kirillov, 10e4<=Re<5e6
Nusselt 6.194218
Koef.pindah kalor [h] 0.043545 W/m².ºC
Panjang Pipa 848.551474 m
NotterSleicher, 104<Re<106; 0.1<Pr<104
Nusselt 14.368520
Koef.pindah kalor [h] 0.101011 W/m².ºC
Panjang Pipa 365.807514 m
AzerChao, 104<Re<106; 0.1<Pr<104
Nusselt 11.145775
Koef.pindah kalor [h] 0.078355 W/m².ºC
Panjang Pipa 471.578944 m
2. Uap jenuh (15 bar)
@ T.
masuk 99.61 ºC
Density [p] 0.590340 Kg/m³
Kec.Rata2 [Um] 5991.083974 m/s
@ Temp. Bulk [Tb] 149.00 ºC
Density [p] 0.517243 Kg/m³
SpecHeat [Cp] 1.981873 j/KgK
Perpindahan kalor [q] 59.065115 W
µb 1.36576E-005 Kg/m.s
@ Temp. Rata 574.00 ºC
Density [p] 0.255902 Kg/m³
Konduktf.thermal [k] 7.58452E-005 W/mºC
Viskositas dyn [µ] 3.17600E-005 N.s/m²
µw 4.78000E-005 Kg/m.s
Reynold 482724.129279
Prandtl 0.914887
Faktor gesekan 0.013215
Turbulen, calculate Nusselt number (139)
DittusBoelter, 0.6<Pr<120; 2k5<Re<16e4
Nusselt 782.049171
Koef.pindah kalor [h] 5.931471 W/m².ºC
Panjang Pipa 3.211974 m
Skupinski, 100<=Re.Pr<=10e4
Nusselt 867.087002
Koef.pindah kalor [h] 6.576443 W/m².ºC
Panjang Pipa 2.896966 m
SebanShimazaki, Re.Pr>=100; L/D>30;
Nusselt 825.338794
Koef.pindah kalor [h] 6.259803 W/m².ºC
Panjang Pipa 3.043503 m
Stromquist, 88<=Re<4000
Nusselt 594.243932
Koef.pindah kalor [h] 4.507058 W/m².ºC
Panjang Pipa 4.227088 m
Lyon49, 0<Pr<=0.1; 10e4<=Re<5e6
Nusselt 827.338794
Koef.pindah kalor [h] 6.274972 W/m².ºC
Panjang Pipa 3.036146 m
Lyon51, 0<Pr<=0.1; 10e4<=Re<5e6
Nusselt 952.812784
Koef.pindah kalor [h] 7.226632 W/m².ºC
Panjang Pipa 2.636322 m
SleicherTribus, 10e4<=Re<5e6
Nusselt 1545.462380
Koef.pindah kalor [h] 11.721598 W/m².ºC
Panjang Pipa 1.625353 m
ChenChiou, 10e4<=Re<5e6
Nusselt 1123.085190
Koef.pindah kalor [h] 8.518068 W/m².ºC
Panjang Pipa 2.236626 m
LubarskyKaufman, Pr=0.0053; 2.1e3<Re<2.54e5
Nusselt 113.215695
Koef.pindah kalor [h] 0.858687 W/m².ºC
Panjang Pipa 22.187042 m
Ibragimov, 10e4<=Re<5e6
Nusselt 497.772884
Koef.pindah kalor [h] 3.775371 W/m².ºC
Panjang Pipa 5.046320 m
Kirillov, 10e4<=Re<5e6
Nusselt 595.143932
Koef.pindah kalor [h] 4.513884 W/m².ºC
Panjang Pipa 4.220696 m
NotterSleicher, 104<Re<106; 0.1<Pr<104
Nusselt 270.837356
Koef.pindah kalor [h] 2.054173 W/m².ºC
Panjang Pipa 9.274649 m
AzerChao, 104<Re<106; 0.1<Pr<104
Nusselt 1170.483226
Koef.pindah kalor [h] 8.877559 W/m².ºC
Panjang Pipa 2.146055 m
3. Uap kering / superpanas (15 bar) di 540⁰C
@ T.
masuk 198.29 ºC
Density [p] 7.592400 Kg/m³
Kec.Rata2 [Um] 465.831162 m/s
@ Temp. Bulk [Tb] 369.00 ºC
Density [p] 7.592400 Kg/m³
SpecHeat [Cp] 2.204305 j/KgK
Perpindahan kalor [q] 209.231364 W
µb 1.36576E-005 Kg/m.s
@ Temp. Rata 712.00 ºC
Density [p] 3.312733 Kg/m³
Konduktf.thermal [k] 9.49020E-005 W/mºC
Viskositas dyn [µ] 3.72800E-005 N.s/m²
µw 5.00000E-005 Kg/m.s
Reynold 413941.621743
Prandtl 0.904482
Faktor gesekan 0.013592
Turbulen, calculate Nusselt number (139)
DittusBoelter, 0.6<Pr<120; 2k5<Re<16e4
Nusselt 688.397127
Koef.pindah kalor [h] 6.533026 W/m².ºC
Panjang Pipa 2.983354 m
Skupinski, 100<=Re.Pr<=10e4
Nusselt 757.002159
Koef.pindah kalor [h] 7.184101 W/m².ºC
Panjang Pipa 2.712981 m
SebanShimazaki, Re.Pr>=100; L/D>30;
Nusselt 723.805112
Koef.pindah kalor [h] 6.869055 W/m².ºC
Panjang Pipa 2.837411 m
Stromquist, 88<=Re<4000
Nusselt 521.139681
Koef.pindah kalor [h] 4.945719 W/m².ºC
Panjang Pipa 3.940849 m
Lyon49, 0<Pr<=0.1; 10e4<=Re<5e6
Nusselt 725.805112
Koef.pindah kalor [h] 6.888035 W/m².ºC
Panjang Pipa 2.829592 m
Lyon51, 0<Pr<=0.1; 10e4<=Re<5e6
Nusselt 851.056298
Koef.pindah kalor [h] 8.076694 W/m².ºC
Panjang Pipa 2.413157 m
SleicherTribus, 10e4<=Re<5e6
Nusselt 1336.039966
Koef.pindah kalor [h] 12.679286 W/m².ºC
Panjang Pipa 1.537179 m
ChenChiou, 10e4<=Re<5e6
Nusselt 986.096787
Koef.pindah kalor [h] 9.358255 W/m².ºC
Panjang Pipa 2.082689 m
LubarskyKaufman, Pr=0.0053; 2.1e3<Re<2.54e5
Nusselt 105.977969
Koef.pindah kalor [h] 1.005752 W/m².ºC
Panjang Pipa 19.378863 m
Ibragimov, 10e4<=Re<5e6
Nusselt 440.693624
Koef.pindah kalor [h] 4.182270 W/m².ºC
Panjang Pipa 4.660228 m
Kirillov, 10e4<=Re<5e6
Nusselt 522.039681
Koef.pindah kalor [h] 4.954261 W/m².ºC
Panjang Pipa 3.934054 m
NotterSleicher, 104<Re<106; 0.1<Pr<104
Nusselt 251.616660
Koef.pindah kalor [h] 2.387892 W/m².ºC
Panjang Pipa 8.162149 m
AzerChao, 104<Re<106; 0.1<Pr<104
Nusselt 1037.654417
Koef.pindah kalor [h] 9.847547 W/m².ºC
Panjang Pipa 1.979207 m
Dan dari semua perhitungan menggunakan beberapa angka Nusselt
diatas, jika dijumlahkan maka panjang pipa akhir menjadi
0
DittusBoelter
2353.94 m
1
Skupinski
772.88 m
2
SebanShimazaki
720.65 m
3
Stromquist
1000.90 m
5
Lyon49
567.78 m
6
Lyon51
547.37 m
7
SleicherTribus
603.17 m
8
ChenChio
676.94 m
9
LubarskyKaufman
908.53 m
10
Ibragimov
899.11 m
11
Kirillov
856.64 m
12
NotterSleicher
383.27 m
13
AzerChao
475.67 m
Jadi, secara teoritis, untuk mendapatkan suhu udara 540⁰C dengan tekanan 15 bar dari air 20⁰C 1 bar sebanyak
1000 kg/jam, diperlukan pipa besi pemanas berdiameter 1,2 cm dengan suhu 900⁰C sepanjang 383,27 m (NotterSleicher) hingga 2353,94 m (DittusBoelter). Nilai panjang pipa sesungguhnya dapat diperoleh melalui percobaan. Jika digunakan lebih dari 1 batang pipa, maka panjang pipa diatas di bagi dengan jumlah pipa pemanas induksi yang digunakan.
Saya membuat tool berikut ini untuk menghitung panjang pipa untuk pemanas induksi konveksi paksa pada pipa (uap)
Dalam proyek ini, pipa besi akan dipanaskan menggunakan pemanas
induksi, setelah melihat beberapa video di Youtube bahwa pemanas induksi 1000
Watt mampu memanaskan besi hingga pijar dan diharapkan dapat digunakan sebagai
boiler induksi untuk PLTU. Untuk memanaskan pipa sepanjang 383 meter, digunakan
beberapa pemanas induksi yang dipasang secara seri (berdampingan) sepanjang
pipa.
Pemanas induksi
Pemanas Induksi (Induction Heating) adalah sistem pemanas dengan menggunakan
induksi medan magnet yang dihasilkan dari frekuensi tinggi. Panas muncul karena
pada objek timbul arus Eddy atau arus pusat yang arahnya
melingkar melingkupi medan magnet yang menembus objek[2].
Gambar 1. Ilustrasi Jalur Medan magnet
Cara Kerja Pemanas Induksi
Tegangan bolak-balik dengan frekuensi tinggi dibangkitkan oleh modul daya,
dikirimkan ke kumparan untuk menimbulkan fluks. Besar kecilnya fluks yang di
bangkitkan bergantung pada luas bidang kumparan induksi yang digunakan. Hal ini
dikarenakan pemanas induksi memanfaatkan rugi-rugi yang terjadi pada kumparan
penginduksi. Panas yang dihasilkan pada material sangat bergantung kepada
besarnya arus eddy yang diinduksikan oleh lilitan induktor.
Menurut Lozinski[3], hal yang
dapat menetukan banyaknya arus Eddy pada logam adalah :
Besar medan magnet yang menginduksi Logam
Bahan logam yang digunakan untuk menghasilkan panas. Semakin kecil hambatan jenis logam, semakin baik untuk dijadikan obyek panas logam
Luas permukaan logam, makin luas permukaan logam maka makin banyak arus Eddy pada permukaan logam tersebut
Frekuensi, semakin tinggi frekuensi maka semakin banyak medan magnet yang dihasilkan
Karakteristik pemanas induksi
Mampu memanaskjan obyek dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini dikarenakan kerapatan energinya tinggi
Dapat menghasilkan suhu yang sangat tinggi
Pemanasan dapat dilakukan pada lokasi tertentu
Sistem dapat dibuat bekerja secara otomatis
Secara umum, memiliki efisiensi energi yang tinggi, akan tetapi hal ini bergantung pada karakteristik material yang dipanaskan
Rugi-rugi pemanasan dapat ditekan seminimal mungkin
Keuntungan pemakaian pemanas induksi
Panas dihasilkan secara langsung didalam dinding barrel
Panas dapat diterapkan seragam di seluruh barrel
Operasi elemen dingin, sehingga tidak memiliki batas waktu
Waktu start up cepat
Hemat energi
Rangkaian inverter (oscilator)
berikut ini[4] akan
menghasilkan frekwensi ± 100 kHz dengan daya maksimum yang dibutuhkan 1000
watt. Panas induksi yang dihasilkan dapat membuat besi menjadi pijar. Untuk
mengatur suhu yang dihasilkan, tegangan input dapat diatur dari 10 volt hingga
48 volt (DC 20 Ampere)
1
D1, D2
Diode MUR420
2
DZ1, DZ2
Zener Diode 12V - 1W
3
C1-C6
Capacitors MKP polypropylene 0,33 mF 630 V
4
L1, L2
6 coils of 0.8 mm thick copper, diameter 6 mm (1,26 mH)
5
M1, M2
MOSFETs IRFP260N (Infineon)
6
R1
4,7 kΩ
7
R2, R5
470 Ω
8
R3, R4
10 kΩ
Tata laksana percobaan
Membuat pemanas induksi untuk memanaskan pipa diameter 1,2 cm sepanjang 34,12 meter
Untuk simulasi pemanas induksi, gunakan jet-pump untuk memompa air dengan tekanan 15 bar, inputkan ke pipa pemanas induksi
Ukur suhu udara keluar di ujung keluaran pipa pemanas induksi
Jika diperoleh suhu 540⁰C maka percobaan selanjutnya dapat dilakukan pada turbin pembangkit listrik
Jika diperoleh suhu kurang dari 540⁰C maka ulangi percobaan dengan pipa yang lebih panjang hingga didapat suhu keluaran 540⁰C dan lanjutkan pada turbin pembangkit listrik
Pasang pipa pemanas induksi pada turbin menggantikan boiler. Sesuaikan junction jika perlu
Sesuaikan sensor putaran turbin dengan inverter / oscilator pemanas induksi
Lakukan pengujian pada turbin pembangkit listrik pemanas induksi
Penutup
Ide pada makalah ini menyerempet konsep free energy yang kontroversial. Karenanya, semua usaha untuk merealisasikan ide ini dan/atau menggunakan pada pembangkit listrik sesungguhnya, diharapkan menyampaikan ke dwi.sutadi_at_gmail.com
S. Jayaraj, E. Bubelis, S. Perez-Martin, S. Passerini, C. Gerardi, et al.. IAEA NAPRO Coordinated Research Project : Heat Transfer and Pressure Drop Correlations for Sodium Cooled Systems. ICAPP 2016 - 2016 International Congress on Advances in Nuclear Power Plants, Apr 2016, San Francisco, United States. cea-02442356v2
http://blog4alio.blogspot.com/
Mikhael Grigor’evich Lozinsk’i, Industrial Application of Induction Heater, Oxford, New York, Pergamon Press, 1969